3 Untuk mengetahui penerapan hipotesis dalam pengujian parameter rata-rata . 1.4. Manfaat Makalah Manfaat penulisan makalah ini adalah para pembacanya dapat mengetahui dan memahami perhitungan dasar statistika yang berguna dalam uji hipotesis dalam penelitian. Namunhal yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah bagaimana gambaran pasar sebelum memasarkan produk yang akan ditawarkan. Hal ini untuk mengetahui target yang akan dijadikan sebagai membeli produk atau pengguna layanan dari bisnis Anda. Untuk mengetahui lebih jauh tentang apa itu gambaran pasar, berikut adalah pembahasannya secara mendalam: 21 MEMAHAMI KEBENARAN. Memahami kebenaran pada dasarnya adalah persesuaian antara pemikiran dan kenyataan. Kita akan mengatakan bahwa proposisi berikut ini adalah salah. Kepada Nabi Musa Allah menurunkan kitab Al-Quran. Tidak lain dan tidak bukan adalah sesuai tidaknya proposisi itu dengan kenyataan sesungguhnya.[1] Maksudnyaasal kita tahu dulu bentuk nya dan apa gunanya. Lanjut belajar, untuk kali ini kita akan mengenal dan mencoba memahami tentang variabel dan kegunaanya. Serta sedikit bermain main dengan logika kondisi. Silahkan buka notepad anda, sudah tahu kan cara membuka notepad. Lalu ketik ulang kode-kode dibawah ini, hati-hati jangan sampai Yangdi maksud logika adalah suatu pertimbangan pikiran manusia yang diungkapkan melalui perkataan dan dinyatakan dalam bahasa. Atau arti logika yaitu cara orang berbahasa dalam mencerminkan jalan fikirannya. Jika secara etimologi logika diartikan sebagai ilmu yang mempelajari jalan pikiran seseorang yang dinyatakannya dalam berbahasa. VFwj. Bagi yang belum memahami ilmu statistika, dapat menyimak ulasan menarik di bawah ini mengenai pengertian logika dan algoritma. Gabungan dari dua ilmu tersebut akan memudahkan untuk membantu menyelesaikan suatu persoalan atau permasalahan dengan memakai penalaran. Pengertian Logika dan Algoritma Secara Umum Umumnya, logika adalah sebuah pemikiran manusia yang telah dipikir secara matang dan disampaikan kepada orang lain dengan menggunakan bahasa rapi dan terstruktur. Namun dalam perkembangannya, terdapat pandangan lain mengenai arti dari kata tersebut. Baca juga 5 jenis kabel hdmi pada perangkat elektronik Logika biasanya dapat ditemukan di salah satu cabang ilmu filsafat. Karena pada dasarnya, masih sama mempelajari tentang kecakapan dalam bertutur kata. Hal itu bisa dibuktikan dengan bagaimana Anda berbicara atau berpikir kritis saat melakukan brainstorming atau saat melakukan debat terbuka. Setelah mengetahui pengertian dari logika, kini saatnya kamu juga harus tahu mengenai apa itu algoritma. Pada ilmu matematika atau komputer, algoritma adalah sebuah pengetahuan yang membuat seseorang mampu untuk menentukan langkah secara sistem dalam hal menyelesaikan suatu masalah atau problematika. Pengertian Logika dan Algoritma Menurut Para Ahli Selain mengetahui artinya secara umum, terdapat pandangan lain mengenai pengertian logika dan algoritma menurut para ahli terkemuka yang tersebar di seluruh dunia. Untuk memahaminya dengan jelas, simak beberapa pengertiannya melalui poin-poin di bawah ini 1. Menurut Aristoteles Aristoteles berpandangan bahwa logika adalah sebuah ajaran yang bisa dipelajari oleh manusia secara ilmiah. Individu dapat berpikir sesuai dengan insting di dalam pikirannya sendiri. Setelah berfikir, juga bisa menentukan kendali dari hasil pemikiran tersebut. Pada dasarnya, logika dan algoritma merupakan sebuah ilmu yang saling berkesinambungan. Artinya adalah keduanya mampu digunakan untuk menyelesaikan sebuah permasalahan baik itu masalah berat hingga ringan. Namun semua itu tergantung dari bagaimana pola pikir. 2. Menurut Alston William Sedangkan Alston William mengungkap bahwa logika adalah sebuah cara untuk memisahkan cara pemikiran yang salah maupun benar. Seseorang dituntut untuk memiliki pola pikir cerdas, cermat dan sistematis. Selain itu juga dapat berpikir dengan cara menimbang atau memisahkan beberapa hal dulu. Selain harus mempunyai pemikiran cerdas, seorang manusia juga dituntut untuk berhati-hati dalam bertindak atau melakukan segala sesuatunya. Anda berhak menentukan mana hal-hal yang tepat maupun tidak pada segala pembuatan keputusan. 3. Menurut Soekadijo Dalam pandangan Soekadijo, logika mempunyai arti sebagai sebuah cara yang digunakan manusia untuk melakukan penalaran dengan teliti atau hati-hati. Singkatnya, ketika menghadapi sebuah masalah, maka harus diselesaikan agar permasalahan tersebut bisa langsung selesai dan tidak berlarut-larut. Selain itu logika dan algoritma biasanya dipakai secara bersamaan untuk memecahkan sebuah masalah dengan berpikir secara matang. Artinya yaitu Anda tidak boleh gegabah dan harus memikirkan dengan baik strategi apa yang harus dipakai agar permasalahan dapat segera teratasi. 4. Menurut Rapar Jan Hendrik Menurut Rapar Jan Hendrik, logika identik dengan sebuah cara berpikir manusia yang memakai beberapa pertimbangan tertentu saat akan menyelesaikan permasalahan. Setelah kerangka pemikiran terbentuk, maka langkah selanjutnya dari individu tersebut mengatakannya dengan cara berbicara. Ketika Anda terkena permasalahan, sebaiknya memahami akar masalahnya terlebih dahulu. Cara ini dilakukan agar tidak gegabah dan bisa berfikir dengan matang. Setelah menemukan penyebabnya, bisa langsung dituangkan dengan kata-kata atau berbicara dengan seseorang yang dapat diajak berdiskusi. 5. Menurut Poesprodjo Gilarso Arti logika menurut Poesprodjo Gilarso adalah ilmu yang mengajarkan berpikir menggunakan nalar, bukan dengan emosi. Selain itu manusia juga harus bisa membuat keputusan secara tepat. Karena kebanyakan ketika seseorang tertimpa suatu masalah atau musibah, tidak bisa berpikir dengan jernih. Individu yang mempunyai pola pikir seperti ini akan susah nantinya dan bisa-bisa tidak akan dapat berpikir secara logis. Disinilah logika dan algoritma berperan penting dalam membuat atau membentuk pikiran manusia menjadi lebih baik dari sebelumnya. Manfaat Logika dan Algoritma dalam Kehidupan Sehari-hari Setelah mengetahui pengertiannya, maka Anda juga harus mengetahui manfaat atau tujuan dari logika dan algoritma. Karena ilmu sangat bermanfaat sekali untuk diaplikasikan di kehidupan. Maka dari itu, simak beberapa penjelasan berikut 1. Membentuk Pola Pikir Cerdas Pada tahap ini. Logika berperan penting dalam membuat pikiran manusia dapat memilih mana hal-hal yang baik maupun tidak benar, mengambil keputusan penting, dapat berpikir secara benar ketika tertimpa sebuah masalah besar atau kecil dan masih banyak lagi lainnya. Namun di sisi lain, algoritma juga sama-sama memiliki peran penting seperti dapat menyelesaikan sebuah masalah dengan cepat dan tepat. Karena sebelumnya sudah melalui tahapan pemisahan manakah yang harus diselesaikan terlebih dahulu. 2. Menambah Kemampuan Dalam Beranalisis Selain membentuk pola pikir manusia menjadi cerdas, tujuan dari mempelajari logika adalah membuat daya berpikir manusia bisa meningkat tajam. Karena setiap harinya diasah dengan menyelesaikan berbagai macam bentuk permasalahan, baik masalah lama maupun baru. Tak hanya itu saja, dengan belajar logika akan membuat Anda dapat menganalisis sebuah masalah secara tepat. Sebab individu dituntut untuk dapat mengungkapkan atau menganalisa hal-hal yang sudah sesuai pada tujuan. Biasanya kemampuan ini bisa diasah melalui berlatih secara rutin. 3. Membuat Manusia Mampu Berpikir Secara Sistematis Seseorang yang mempunyai kemampuan berpikir yang bagus, tentu sudah mempelajari bagaimana memecahkan sebuah masalah dengan menggunakan logika. Karena ilmu ini bisa membuat seseorang lebih cerdas dan dewasa ketika menyikapi hal-hal yang tidak diinginkan. Penggunaan logika juga dapat meningkatkan kemampuan menjadi lebih tajam. Ketika menyelesaikan permasalahan, bisa mencari jalan keluarnya sendiri tanpa bantuan orang lain. Karena saat ini banyak orang yang enggan memberikan bantuan saat seseorang membutuhkan pertolongan. 4. Meningkatkan Kemampuan Dalam Berpikir Secara Objektif Dalam mempelajari logika, manusia tidak akan tersesat atau mengalami kekeliruan. Sebab semua hal sudah dipikirkan secara matang dan sistematis. Tak ada lagi celah untuk membuat kesalahan, karena kemampuan bernalarnya sudah bagus untuk menganalisis suatu kejadian. Selain logika, algoritma juga membantu pemikiran manusia untuk berpikir panjang ketika menyikapi sebuah masalah. Bagi Anda yang saat ini mengalami permasalahan berat, sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin agar mudah terselesaikan. Maka sebaiknya jangan menunda-nunda hal tersebut. 5. Mendorong Manusia Berpikir dengan Logis Pemikiran seseorang yang menggunakan logika, akan membuat pola pikirnya dapat berfikir secara sistematis dan logis. Karena saat menemukan masalah, biasanya mencari tahu terlebih dahulu akar atau penyebab dari permasalahan tersebut. Apakah memang benar seperti itu atau justru sebaliknya. Penggabungan logika dan algoritma tentu sangat menguntungkan manusia di masa depan. Para individu yang mempunyai pemikiran seperti ini akan melihat sebuah masalah dengan cermat. Tidak hanya mencari penyebab, juga bisa menganalisis dan menemukan solusi dari permasalahan tersebut. Ciri Khas Algoritma Selain mendapatkan banyak insight baru mengenai manfaat maupun tujuan dari mempelajari logika, Anda juga dapat mengetahui beberapa ciri-ciri algoritma. Hal ini bertujuan untuk menambah lebih banyak wawasan atau ilmu pengetahuan. Diantaranya adalah sebagai berikut Algoritma tersedia atau ditemukan secara terbatas. Artinya adalah Anda hanya bisa menemukannya jika ada dorongan, keinginan maupun paksaan dari dalam diri sendiri. Algoritma tidak ambigu dan jelas. Karena sebelumnya sudah dipikirkan secara matang menggunakan logika sehingga akan ditemukan solusi terbaik untuk dapat memecahkan masalah tersebut. Algoritma ini mempunyai nilai-nilai awal yang biasa disebut dengan input. Pada bagian tersebut akan membuat cara berpikir seseorang dipengaruhi dengan beberapa nilai teladan untuk menyelesaikan masalah. Selain input, algoritma juga memiliki output. Tahapan ini bisa mengubah suatu kondisi mulai dari awal sampai ke bagian akhir dengan sistematis dan cepat. Sungguh menarik bukan? Algoritma terkenal dengan kemampuannya dalam memecahkan sebuah permasalahan, baik dalam tingkatan sulit hingga mudah. Anda yang menggunakan ilmu ini akan bisa berpikir secara logis dan matang. Karena memiliki pandangan objektif ketika tertimpa atau terkena masalah. Mempelajari pengertian logika dan algoritma memang sangat menyenangkan. Karena Anda bisa mendapatkan pengetahuan atau pemahaman baru ketika terkena sebuah permasalahan. Semua masalah yang terjadi pasti akan ada solusinya. Mamun, beberapa poin penting dari materi ini sudah diajarkan di bangku pendidikan khususnya pelajaran matematika. Sering kali seorang individu melakukan suatu tindakan yang sifatnya irasional atau tidak berdasarkan pada akal sehat. Dengan kata lain, individu tersebut bertindak di luar nalar atau logikanya. Bisa saja hal tersebut terjadi karena kurang pahamnya akan memahami logika dengan baik. Lalu, sebenarnya apa sih arti dari logika itu sendiri? Dan bagaimana cara memahami logika? Artikel ini akan membantu kalian untuk memahami hakikat dari logika. Simak penjelasan di bawah ini. Pengertian LogikaPengertian Logika menurut Ahli1. Aristoteles2. William Alston3. Soekadijo4. Louis O. Kattsoff Logika sebagai Ilmu PengetahuanLogika sebagai Cabang FilsafatBerpikir Sistematis sama dengan Melatih LogikaApa Saja itu Komponen Berpikir Logis?Cara Berpikir dan Belajar Memahami Logika1. Melakukan Sesuatu Hal Baru Kecakapan Berpikir Lebih Logis2. Olahraga Rutin Mampu Meningkatkan Kemampuan Otak3. Membaca Karya Tulis Fiksi secara Rutin Mampu Meningkatkan Nalar4. Memainkan Permainan Jenis Strategi5. Mempertimbangkan Risiko dari Setiap Keputusan6. Sadar terhadap Pikiran Irasional 7. Memberikan Label pada Kondisi Tertentu8. Mengakses Informasi Suatu Berita secara MendalamKategori Ilmu Berkaitan PsikologiArtikel Psikologi Apa itu logika? Logika adalah sebuah istilah yang berhubungan dengan pikiran manusia. Logika sebagai salah satu cabang ilmu filsafat yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bidang filsafat sendiri, logika tidak dapat dipisahkan dalam proses mencari suatu kebenaran atau kesahihan. Untuk lebih mengenal cabang filsafat yang satu ini, Grameds dapat membaca buku karya Prof. Dr. Karomani. M. Si. dengan judul Pengantar Logika. Logika bisa dikatakan sebagai logika scientia ataupun ilmu logika. Dilihat dari logika sebagai ilmu, logika mempelajari kebolehan manusia untuk berpikir secara sejajar, teratur, dan tepat. Adapun objek material yang dipakai ilmu logika adalah berpikirin sesuai nalar, sementara objek formal dari logika adalah pemikiran yang dipelajari dari aspek ketepatannya. Dalam hal ini, logika bisa dikatakan sebagai jalan pikiran manusia yang masuk akal atau logis. Logika juga seringkali dikaitkan dengan cara berpikir yang objektif, tegas, serta jauh dari emosi, seperti halnya yang dibahas dalam buku Logika karya Drs. H. Mundiri. Pengertian Logika menurut Ahli Untuk memperdalam pemahaman kalian terkait logika, ada beberapa pengertian logika yang dikemukakan oleh beberapa ahli. 1. Aristoteles Aristoteles mengungkapkan logika adalah ajaran mengenai berpikir secara ilmiah membahas wujud pikiran itu sendiri dan hukum yang mengendalikan pikiran. Perbincangan lebih lanjut terkait filsuf klasik, Aristoteles juga bisa Grameds temukan melalui buku Logika Kritis Filsuf Klasik. 2. William Alston William Alston menjabarkan logika adalah pengkajian atau studi terkait penyimpulan secara cermat upaya untuk memutuskan segala ukuran guna memilah penyimpulan mana yang sah dan mana yang tidak sah. 3. Soekadijo Soekadijo berpendapat bahwa logika adalah suatu teknik atau cara yang memang diciptakan atau dibuat untuk meneliti ketepatan manusia dalam menalar. 4. Louis O. Kattsoff Kattsoff memahami bahwa logika adalah ilmu pengetahuan terkait penyimpulan yang sejajar atau lurus. Logika menjabarkan mengenai aturan-aturan dan cara guna mencapai suatu kesimpulan, setelah didahului oleh suatu perangkat bernama premis atau asumsi. Dasar-Dasar Logika Buku ini berisi materi dasar yang harus dipahami mahasiswa sebagai modal berpikir secara logis dan kritis. Pembahasan dalam buku ini meliputi dua bagian utama, yaitu pembahasan mengenai konsep-konsep dasar dalam logika serta bagian mengenai proses penalaran atau penarikan kesimpulan. Untuk memudahkan mahasiswa mempelajari materi yang disampaikan, buku ini juga dilengkapi dengan soal-soal latihan dan konsep-konsep kunci di setiap akhir bab. Di bagian akhir buku, penulis juga menyajikan tiga paket soal-soal latihan dalam bentuk pilihan ganda. Logika sebagai Ilmu Pengetahuan Logika sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan dengan objek materialnya adalah berpikir atau bernalar atau proses penalaran. Sementara objek formal dari logika adalah berpikir atau penalaran yang dilihat dari aspek ketepatan atau kejituan. Logika sebagai Cabang Filsafat Sebagai cabang filsafat yang praktis, logika bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Logika sendiri lahir berbarengan dengan lahirnya filsafat di Yunani. Dalam upayanya guna meletakkan berbagai pikirannya dan berbagai pendapatnya, para filsuf dari Yunani kuno kerap berupaya untuk membantah pikiran dari yang lainnya, yaitu dengan menunjukkan kesesatan penalaran atau pemikirannya. Berpikir Sistematis sama dengan Melatih Logika Ilustrasi Berpikir Sistematis sumber qubisa Apakah kalian sudah mengetahui bahwa dengan berpikir sistematis, secara tak langsung itu sama saja melatih logika seseorang? Memangnya, bagaimana cara melatih logika? Agar dapat melatih logika, kalian harus mampu berpikir secara sistematis atau dengan menerapkan system thinking. Lalu, yang dimaksud dengan berpikir secara logis di sini adalah sebuah rangkaian tindakan atau proses ketika kalian lebih memprioritaskan nalar secara konsisten agar dapat mencapai simpulan dari suatu perkara. Logika sendiri dikaitkan dengan proses penalaran yang dilakukan seseorang secara sistematis maupun normatif menuju sebuah kebenaran. Lebih lanjut mengenai hal ini sendiri dibahas di dalam buku Dasar-Dasar Logika. Di sisi lain, masalah atau situasi yang memerlukan keberadaan pikiran dengan logika yang tepat memerlukan keberadaan struktur agar terciptanya hubungan yang logis atau masuk akal antara ikatan penalaran dan fakta yang ada. Dengan begitu, sama seperti sifat atau karakter setiap individu cenderung berbeda yang mana tingkat logika berpikir mereka juga pasti berbeda. Hal ini didasari dari latar belakang kehidupan, strata pendidikan, dan kemampuan pemahaman individu itu sendiri. Nah, agar dapat melatih logika, perlu adanya kemampuan berpikir yang sistematis Oleh karena itu, kalian perlu memahami komponen untuk berpikir logis. Apa Saja itu Komponen Berpikir Logis? Ada dalam sebuah buku dengan judul Epistemologi dan Logika Pendidikan, penulis mengemukakan bahwa dalam berpikir logis memiliki 3 komponen. Ketiga komponen ini, di antaranya concept atau pengertian, decision atau keputusan, dan reasoning atau penalaran. Adapun maksud dari concept atau pengertian di sini adalah pemahaman inti dari suatu kejadian, peristiwa atau suatu objek. Dengan kata lain, concept atau pengertian adalah bentuk konsep yang juga memiliki arti sebagai gambaran secara luas dari suatu kejadian, peristiwa, ataupun suatu objek. Lalu, melalui pengertian atau concept itu muncullah suatu rumusan. Rumusan adalah suatu rasa ingin tahu atau penasaran akan sesuatu hal. Apabila sudah paham betul terkait kedua hal tersebut, dari situlah melahirkan sebuah definisi atau pengertian. Selanjutnya, decision atau keputusan adalah suatu sikap dari individu ketika mengungkapkan untuk mengakui atau memungkiri suatu perkara atau hal. Dalam hal ini, intinya adalah keputusan yang diperbuat oleh seorang individu merupakan suatu hal yang dilandaskan dari hasil perilaku atau tindakan akal dan budi yang dipunyainya. Terakhir, reasoning atau penalaran adalah proses seorang individu atau manusia yang bertaut dengan akal budi dengan maksud untuk mencapai kesimpulan dari berbagai hal yang telah diketahui dan dipahaminya. Berbagai hal yang diketahui dan dipahaminya itu disebut sebagai data. Data merupakan fakta empiris yang mana bisa saja sebelumnya sudah diketahui kebenarannya atau kesahihannya. Kemudian, dari data yang diperoleh itu akan membuahkan kesimpulan dan pendapat baru yang mana bisa saja belum pernah ada sebelumnya. Kalau begitu, apa keterkaitan antara concept, decision, dan reasoning? Tentu ketiga hal tersebut memiliki keterkaitan yang erat. Hal itu karena bilamana salah satu dari tiga komponen tersebut tak ada, hasil dari berpikir tidak dapat dipastikan akan sinkron dengan logika berpikir seperti yang semestinya. Dengan begitu, untuk berpikir logis, ketiga komponen tersebut diharuskan melalui proses atau tahapan yang berurutan dan memang tidak bisa bekerja secara sembarang atau acak. Agar dapat melatih logika, coba untuk memulai dengan berpikir sistematis, seperti yang sudah dijelaskan di atas. Adapun yang diartikan sebagai system thinking adalah suatu pendekatan agar dapat memahami jenis atau macam sistem yang ada dengan melakukan atau menjalankan penekanan pada keberadaan relasi antarelemen di dalam suatu sistem. Logika Buku teks Logika’ yang ditulis oleh Drs. Mundiri ini selain sebagai acuan utama mahasiswa IAIN dalam mata kuliah Logika juga membantu awam dalam membentuk cara berpikir yang objektif, tegas, dan jauh dari emosi. Cara Berpikir dan Belajar Memahami Logika 1. Melakukan Sesuatu Hal Baru Kecakapan Berpikir Lebih Logis Salah satu cara agar mampu meningkatkan kecakapan dalam berpikir lebih logis adalah belajar melakukan dan menerapkan hal baru. Sama seperti halnya pada bagian otot tubuh, pikiran pun memerlukan dorongan atau stimulasi lebih optimal dan berkala. Maka dari itu, kalian dapat memilih satu hobi ataupun aktivitas baru yang mana nantinya akan dikerjakan atau dilakukan secara rutin. Agar dapat melakukan hal baru tersebut sebagai satu cara belajar logika terkadang tidak terlalu sulit. Kalian dapat melakukan aktivitas di ruang terbuka, seperti mencoba untuk mendaki gunung, bukit, ataupun ke pantai. Selain itu, kalian bisa membuat kerajinan tangan, atau memanfaatkan waktu luang untuk mengisi permainan yang mengasah otak, seperti Teka Teki Silang TTS ataupun bermain Sudoku. Meskipun hal tersebut terlihat sederhana, tetapi sudah memberi manfaat bagi otak kalian. Tentu setiap orang bisa memilih aktivitas menarik, seperti mengikuti sesi membuat kerajinan dari tanah liat, hingga bergabung di suatu organisasi atau komunitas yang mampu meningkatkan motivasi hidup dan memberi banyak kegiatan, serta pengalaman baru. 2. Olahraga Rutin Mampu Meningkatkan Kemampuan Otak Mungkin kalian akan bertanya, apa hubungannya antara berolahraga rutin dan meningkatkan kemampuan otak dalam berpikir logis? Nyatanya, kegiatan berolahraga mampu memberikan manfaat besar bagi otak. Khususnya, olahraga teratur akan meningkatkan dan menambah kemampuan otak dalam hal berpikir dan mengingat sesuatu. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa dari bagian otak mampu bekerja lebih sehat bilamana acap kali digunakan. Maka dari itulah, berolahraga seringkali dihubungkan dengan kesehatan dan kemampuan otak. Adapun jenis olahraga yang dapat kalian terapkan dan berbagai macam bentuknya, seperti olahraga yang paling sederhana, yaitu senam pagi. Kegiatan senam pagi dapat membuat otak lebih maksimal bekerja untuk melakukan berbagai aktivitas. Sementara, dilihat dari kekuatan mental atau jiwa seseorang pun dapat ditingkatkan dari berolahraga secara rutin. 3. Membaca Karya Tulis Fiksi secara Rutin Mampu Meningkatkan Nalar Tidak perlu menerapkan cara-cara yang memerlukan banyak biaya sebab dalam usah a meningkatkan rasio otak atau nalar dalam berpikir logis akan lebih mudah dengan rutin membaca karya tulis fiksi. Sampai saat ini, kualitas berpikir dan kreativitas dapat diupayakan dengan membaca karya tulis fiksi. Menariknya, kemampuan berpikir kritis akan dapat bertambah apabila kalian rutin membaca karya fiksi. Hal ini tentu akan memperlihatkan kalian akan banyak situasi yang tidak pasti atau bersifat ambiguitas. Membaca karya fiksi dapat pula menambah khazanah pengetahuan kalian sehingga dalam memahami berbagai perspektif atau sudut pandang orang dan juga fokus dengan karakter yang dibaca selalu memberi efek positif pada mental dan pemikiran seorang individu. Tidak sedikit dari penelitian yang telah menunjukkan bahwa rutin membaca cerita fiksi mampu meningkatkan empati sehingga proses berpikir secara logis saat berinteraksi dengan individu lain pun jadi lebih mudah. Selain menambah proses berpikir jadi lebih logis, nyatanya dalam membaca cerita fiksi bisa memberi manfaat bagi pembaca, seperti kalian dapat mengurangi kebiasaan menilai seorang individu secara berlebihan, bahkan salah dalam menilai individu tersebut. Sementara, dari sisi penyesuaian diri sampai menerima keadaan atau kondisi lebih bervariasi, dapat dilatih dengan rutin membaca cerita fiksi. 4. Memainkan Permainan Jenis Strategi Kalian dapat memanfaatkan waktu dengan bermain game yang jenisnya strategi. Ada banyak jenis games yang dapat dilakukan dengan tujuan mengasah dan meningkatkan kemampuan otak individu dalam berpikir secara logis. Seperti yang sudah diketahui bahwa dalam jenis olahraga, seperti permainan catur dapat meningkatkan berpikir logis pada seorang individu. Oleh sebab itulah, pemikiran strategis untuk mengatur berbagai jalannya permainan memerlukan pemikiran yang lebih logis. Dengan begitu, kalian dapat bergabung ke dalam club catur, lalu coba untuk menerapkan berbagai strategi yang sudah kalian buat. Bahkan, bila perlu, kalian dapat memainkan permainan catur seorang diri atau menggunakan media dari internet untuk bermain catur. Beberapa penelitian sudah menunjukkan bahwa seorang individu yang hobi atau suka bermain catur lazimnya mempunyai pola pikir yang sangat logis dan dapat menjadi sebuah metode atau cara terbaik guna berpikir lebih logis di semua situasi dan kondisi. 5. Mempertimbangkan Risiko dari Setiap Keputusan Tak jarang kita belum terlalu memikirkan risiko dari setiap keputusan yang dilakukan. Oleh karena itu, dalam berpikir logis pun harus mempertimbangkan banyak kemungkinan sehingga dari satu persatu bagian keputusan yang dilakukan harus dapat dipertimbangkan lebih baik lagi, baik itu risiko buruk maupun kebaikannya. Salah satu cara belajar logika dari mempertimbangkan berbagai risiko di setiap keputusan yang dibuat, yaitu menggunakan daya imajinasi kalian. Maksudnya adalah setiap individu tentu mempunyai proses mengambil suatu keputusan saat dirinya mengalami masalah. Maka sebisa mungkin kalian perlu membayangkan seperti apa dan bagaimana dampak atau risiko dari suatu keputusan, lalu apa saja skenario terburuk dan terbaik yang kemungkinan akan terjadi. Selain itu, kalian perlu memikirkan terkait pendapat atau gagasan dari individu lain yang nantinya jadi akibat dari setiap keputusan kalian. Oleh sebab itu, dengan berbagai pertimbangan, tentunya sebuah keputusan dapat memberi dampak, baik itu dampak buruk maupun sebaliknya, karena memang dilihat dari banyak perspektif. Dasar-Dasar Logika Proses berpikir atau menalar perlu memperoleh perhatian yang serius karena akan mengantarkan pada suatu hipotesis atau kesimpulan. Hal tersebut tentu secara konseptual memerlukan cara atau proses berpikir yang sistematis dan mematuhi norma-norma berpikir yang rasional, objektif, sistematis, radikal, dan universal. Buku ini membantu memahami dan mengembangkan pola dan wawasan berpikir penalaran terhadap masalah serta penyelesaiannya secara sistematis, lurus, logis, dan benar. Dengan demikian, setelah menyimak buku ini, pembaca dapat memahami pola pikir sesuai kaidah-kaidah logika. 6. Sadar terhadap Pikiran Irasional Pada beberapa kasus, seorang individu dapat melakukan tindakan di luar nalar atau logika karena tak memperhitungkan atau mempertimbangkan pemikiran logisnya. Oleh sebab itu, Kalian perlu memaksimalkan langkah untuk berpikir lebih logis. Terlebih, pikiran irasional alangkah baiknya diperhitungkan dan dipertimbangkan apabila kalian sedang melakukan aktivitas sehari-hari. Boleh dikatakan bahwa pemikiran rasional masih tersimpan banyak spekulasi lebih seutuhnya sehingga suatu pola pikir yang lebih rasional, diharapkan mampu diaplikasikan pada setiap aktivitas keseharian. Berbagai kendala dalam hidup, salah satunya pada setiap kondisi masalah tertentu, diperlukannya standar pemikiran secara rasional. Oleh sebab itu, saat kalian mengalami banyak pikiran irasional, alangkah baiknya introspeksi diri untuk kembali berpikir logis. Cara berpikir logis sendiri dapat Grameds temukan pada buku Logika Cara Berpikir Sehat. 7. Memberikan Label pada Kondisi Tertentu Label yang dimaksud dalam konteks ini adalah beberapa kebiasaan untuk menyimpulkan saat suatu masalah terjadi. Misalnya, label bahwa seorang individu bersalah. Sebab, memang keputusan salah dapat memberi akses lebih gampang untuk berpikir logis. Akan tetapi, janganlah terlalu sering memberi label, kemudian menghilangkan keinginan untuk menilai diri sendiri atau individu lain. Sehingga semua tindakan yang kalian lakukan, tak terlalu memberi efek buruk ke semua individu. Anggapan akan kondisi seorang individu dapat memberi pengalaman menarik bahwa ketika berpikir rasional harus mempertimbangkan banyak pandangan. Belum tentu dari satu kondisi individu yang sifatnya personal sehingga akan lebih baik apabila kalian selalu berpikir lebih rasional saat melihat suatu kejadian tertentu. Banyaknya premis individu terhadap sebuah kondisi individu lain yang malah terkadang belum terlalu memberi dampak baik. Dengan begitu, akan lebih baik apabila kalian membatasi diri agar tidak terlalu mencampuri kepentingan orang lain. 8. Mengakses Informasi Suatu Berita secara Mendalam Terdengar sederhana, akan tetapi saat kalian belajar berpikir logis dengan cara mencoba untuk mengakses informasi suatu berita, tentunya akan memberi solusi tepat dalam meraih informasi paling sempurna. Kebanyakan masyarakat masih belum mampu mencari secara tepat informasi ter-update sebab mereka belum mampu berpikir secara logis. Padahal, sebuah sumber berita memang dihadirkan dengan berbagai macam komponen atau unsur penting untuk membuat kalian, selaku penikmat berita, mampu dan dapat berpikir lebih logis. Bagi seorang individu yang sudah terbiasa berpikir logis lazimnya mempunyai beberapa metode terbaik untuk memilah serta memilih sumber informasi yang tepat dan valid. Mereka selalu mencoba untuk mencari sumber lain, kemudian membandingkan dengan banyak sumber yang ia temukan. Dengan begitu, akan memperluas pengetahuan dan wawasan agar tidak termakan dengan berbagai potensi terbesar yang saat ini ada di tiap informasi berita. Itulah informasi seputar Logika dan Belajar Memahami Logika. Apabila Grameds tertarik dan ingin memperluas pengetahuan terkait bidang apapun itu, tentu kalian bisa temukan, beli, dan baca bukunya di dan Gramedia Digital karena Gramedia senantiasa menjadi SahabatTanpaBatas bagi kalian yang ingin menimba ilmu. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kalian, ya! Penulis Tasya Talitha Nur Aurellia Sumber dari berbagai sumber Logika Praktis Teknik Bernalar Benar Logika bagi seorang ilmuwan maupun filsuf seperti bandulan pengukur tegak lurus bagi tukang batu yang dengannya ia dapat mengukur apakah tembok yang ia bangun ini sudah tegak dan lurus ataukah belum. Logika dapat menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Perannya dengan demikian sangatlah krusial. Jika digunakan dengan baik, logika membebaskan dalam arti tidak mengkungkung pemikiran, dan di atas semuanya, ia dapat memunculkan sifat keberanian. Buku ini akan memberikan pemahaman mengenai logika praktis yang mana para pembaca diaharpkan dapat menerapkan teknik bernalar yang benar dalam kehidupan sehari-hari. ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien Dalam buku Pengantar Logika Modern, Gie et al. 1978 mengemukakan dewasa ini logika telah mulai mendapat pengakuan dalam bidang pendidikan di Indonesia dengan kehadiran berbagai buku logika dalam bahasa Indonesia, namun memberikan gambaran yang kurang tepat mengenai logika. Penalaran adalah kegiatan berpikir. Kegiatan berpikir tidak mungkin dapat berlangsung tanpa bahasa. Jadi penalaran senantiasa bersangkut paut dengan bahasa. Setiap orang yang menalar selalu menggunakan bahasa, baik bahasa yang digunakan dalam pikiran, bahasa yang diucapkan dengan mulut, maupun bahasa tertulis. Dengan demikian, jelas bahwa bahasa adalah alat berpikir. Bahasa adalah alat bernalar. Jika disimak lebih lanjut, bahasa sesungguhnya bukan hanya alat berpikir. Apabila kita berpikir tentang sesuatu dan hendak kita beritahukan kepada orang lain, kita harus mengungkapkannya lewat bahasa. Kita harus menyatakannya kepada orang lain dengan bantuan bahasa, barulah orang lain dapat memahami isi pikiran kita. Dalam hal ini, bahasa adalah tanda untuk mengungkapkan dan menyatakan apa yang kita pikirkan. Figures - uploaded by Hendro Trieddiantoro PutroAuthor contentAll figure content in this area was uploaded by Hendro Trieddiantoro PutroContent may be subject to copyright. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Hendro Trieddiantoro Putro 13/356033/PTK/09150 LOGIKA I. Pengantar Pengertian Logika Secara etimologis, logika adalah istilah yang dibentuk dari kata logikos yang berasal dari kata benda logos yang berarti sesuatu yang diutarakan, suatu pertimbangan akal pikiran, kata, percakapan, atau ungkapan lewat bahasa. Logika adalah salah satu cabang filsafat. Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme Latin logica scientia atau ilmu logika ilmu pengetahuan yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur, namun sekarang ini lazim disebut logika saja Rapar, Jon 9. Dalam buku Pengantar Logika Modern, Gie et al. 1978 mengemukakan dewasa ini logika telah mulai mendapat pengakuan dalam bidang pendidikan di Indonesia dengan kehadiran berbagai buku logika dalam bahasa Indonesia, namun memberikan gambaran yang kurang tepat mengenai logika. Beberapa batasan dan pengertian logika antara lain 1. Drs. Hasbullah Bakry dalam bukunya Systematik Filsafat 1964 merumuskan definisi dari ilmu pengetahuan logika itu sebagai berikut I. Logika ialah ilmu pengetahuan yang mengatur penelitian hukum-hukum akal manusia sehingga menyebabkan pikirannya dapat mencapai kebenaran. II. Logika ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari aturan-aturan dan cara berpikir yang dapat menyampaikan manusia kepada kebenaran. III. Logika ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari pekerjaan akal dipandang dari jurusan benar atau salah. 2. Dalam buku Pembimbing Ke Filsafat dan Logika Formal tanpa tahun Prof. Dr. N. Drijarkara telah membatasi pengertian logika yaitu, ā€œLogika adalah ilmu pengetahuan yang memandang hukum-hukum susunan atau bentuk pikiran manusia, juga menyebabkan pikiran dapat mencapai kebenaran.ā€ 3. Batasan logika dalam buku Epistemologi Bentuk Seni Teori Berfikir Ilmiah Bahagian Logika, Jilid II, cetakan II 1974/stensil karangan Drs. Fudyartanta, ā€œLogika adalah salah satu cabang filsafat. Oleh karena itu logika sebagai filsafat berarti ilmu yang sedalam-dalamnya tentang kebenaran berpikir. Artinya mencari kebenaran yang tertinggi, yang hakiki daripada berpikir. Pendek kata logika adalah ilmu yang radikal tentang berpikir yang benar, supaya hasilnya benar. Dengan mempelajari dan mempergunakan logika sebagai ilmu filsafat berpikir, maka akan ditemui berbagai metodos berpikir dengan berbagai rumusan dan bahan-bahan yang dipikirkan.ā€ 4. Drs. Nuril Huda dalam Prakata buku Logika Praktis Jilid I 1974/stensil yang merupakan saduran dari buku Applied Logic karya Little, Wilson & Moore, menguraikan definisi logika sebagai berikut, ā€œDiperlukan hukum-hukum dan kaidah-kaidah berpikir untuk mengontrol proses berpikir yang panjang dan berlibat-libat. Hukum-hukum dan kaidah-kaidah berpikir itu terdapat dalam satu cabang ilmu yang disebut logika. Dengan kata lain, logika adalah ilmu yang mempelajari dan merumuskan kaidah-kaidah dan hukum-hukum sebagai pegangan untuk berpikir tepat dan praktis bagi mencapai kesimpulan-kesimpulan yang valid dan pemecahan persoalan yang bijaksana.ā€ 5. Hutabarat dalam bukunya yang berjudul Logika 1967 yang merupakan terjemahan bebas karya Dr. A. Vloemans ā€œVoorbereiding tot de Wijsbegeerteā€ dan Regis Jolivet ā€œBeknopt Handboek der Wijsbegeerteā€, juga mendefinisikan logika sebagai berikut ā€œYang diartikan dengan logika adalah ilmu berpikir yang tepat dan dapat menunjukkan adanya kekeliruan didalam proses pemikiran sehingga kekeliruan itu dapat dielakkan. Maka logika dapat disebut teknik berpikir. Sebagai ilmu berpikir yang tepat maka tujuannya adalah untuk memperjelas isi dari suatu pengertianā€ 6. Dalam buku Logika Filsafat Berpikir 1969, I. R. Poedjawijatna menjelaskan bahwa ā€œLogika adalah filsafat budi manusia yang mempelajari teknik berpikir untuk mengetahui bagaimana manusia berpikir dengan semestinya seharusnyaā€ Pada dasarnya logika tidak lepas dari penalaran logis logical reasoning. Maka logika dan kelahirannya tidak bisa lepas dari filsafat atau pemikiran ilmiah pada umumnya. Logika dan Bahasa Penalaran adalah kegiatan berpikir. Kegiatan berpikir tidak mungkin dapat berlangsung tanpa bahasa. Jadi penalaran senantiasa bersangkut paut dengan bahasa. Setiap orang yang menalar selalu menggunakan bahasa, baik bahasa yang digunakan dalam pikiran, bahasa yang diucapkan dengan mulut, maupun bahasa tertulis. Dengan demikian, jelas bahwa bahasa adalah alat berpikir. Bahasa adalah alat bernalar. Jika disimak lebih lanjut, bahasa sesungguhnya bukan hanya alat berpikir. Apabila kita berpikir tentang sesuatu dan hendak kita beritahukan kepada orang lain, kita harus mengungkapkannya lewat bahasa. Kita harus menyatakannya kepada orang lain dengan bantuan bahasa, barulah orang lain dapat memahami isi pikiran kita. Dalam hal ini, bahasa adalah tanda untuk mengungkapkan dan menyatakan apa yang kita pikirkan. Objek Logika Segala sesuatu yang ada senantiasa memiliki materi dan bentuk. Aristoteles menyebut materi itu dengan kata hyle dan bentuk dengan kata eidos atau morphe. Materi yang sama atau satu materi, dapat memiliki bentuk yang berbeda-beda. Misalnya kayu sebagai materi dapat dibuat menjadi bentuk patung, atau dapat dibuat menjadi bentuk meja, kursi, tiang, pintu, dan sebagainya. Dapat pula bentuknya sama, tapi materinya berbeda, misalnya tiga buah patung kuda serupa, yang satu materialnya dari kayu, yang kedua materialnya dari tanah liat, sedangkan yang ketiga materialnya dari batu. Dengan demikian, jelas bahwa materi harus senantiasa memiliki bentuk, dan tidak mungkin ada bentuk tanpa materi. Pikiran yang digunakan dalam penalaran dan yang diungkapkan lewat bahasa juga memiliki materi dan bentuk. Contohnya kalau kita mengatakan bundar, materialnya ialah isi dan arti kata itu sendiri, sedangkan bentuknya adalah positif. Akan tetapi jika kita mengatakan tidak bundar, bentuknya adalah negatif. Apabila kita mengatakan semua bola adalah bundar, materinya adalah isi atau arti dari kalimat itu, sedangkan bentuknya disebut universal afirmatif. Bentuk dapat benar atau salah, demikian pula materi. Contohnya ā€œsemua manusia adalah pohonā€. Dari segi bentuk proposisi kalimat tersebut benar. Bentuknya disebut universal afirmatif. Akan tetapi materinya tidak benar karena tidak seorang pun manusia adalah pohon. Untuk melihat suatu objek secara jelas, kita tidak hanya melihat isi material objek melainkan juga bentuknya. Kita dapat melihat pohon karena materi pohon dalam bentuk pohon. Setiap ilmu pengetahuan selalu memiliki objek formal bentuk dan objek material. Begitu juga dengan logika, untuk memahami logika kita perlu juga melihat objek material logika yakni kegiatan berpikir atau bernalar. Sementara objek formalnya adalah ketepatan bernalar. Sejarah dan Perkembangan Logika Logika dimulai sejak Thales 624 SM - 548 SM, filsuf Yunani pertama yang meninggalkan segala dongeng, takhayul, dan cerita-cerita isapan jempol dan berpaling kepada akal budi untuk memecahkan rahasia alam semesta. Sejak itulah Thales meletakkan dasar-dasar berpikir logis. Bahkan, ketika Thales mengatakan bahwa air adalah prinsip atau asas pertama alam semesta, saat itu Thales telah memperkenalkan logika induktif. Thales telah menarik kesimpulan bahwa air adalah alam semesta dengan alasa bahwa air adalah jiwa segala sesuatu, misalnya air jiwa tumbuhan tanpa air tumbukan akan mati, darah jiwa hewan dan manusia, sedangkan uap dan es adalah air, maka penalaran induktif yang dilakukan Thales adalah sebagai berikut Air adalah jiwa tumbuh-tumbuhan Air adalah jiwa hewan Air adalah jiwa manusia Air jugalah uap, dan Air jugalah es. Jadi, air adalah jiwa dari segala sesuatu, yang berarti, air adalah alam semesta. Dengan demikian dapat dikatakan sejak Thales, sang filsuf pertama, logika mulai diberkembangkan. Semua filsuf sesudah Thales berperan serta dalam pengembangan logika kendatipun istilah logika itu sendiri belum dikenal. Aristoteles adalah filsuf pertama yang menjadikan logika sebagai ilmu, sehingga dapat disebut sebagai logica scientia yaitu analitika, yang secara khusus meneliti berbagai argumentasi yang berangkat dari proposisi yang benar, dan dialektika, yang secara khusus meneliti argumentasi yang berangkat dari proposisi yang masih diragukan kebenarannya. Setelah Aristoteles meninggal, para pengikutnya menghimpun naskah-naskah ajaran mengenai penalaran yang kemudian disebut to Organon alat. Istilah Logika baru dipakai untuk menggantikan to Organon dalam abad kedua sesudah Masehi. Ajaran-ajaran Aristoteles terangkum dalam 6 buku, keenam buku itu ialah 1. Categories Menguraikan pengertian 2. On Interpretation Tentang penafsiran 3. Prior Analytics Membahas silogisme 4. Posterior Analytics Membahas pembuktian 5. Topics Mengupas Dialektika 6. Sophistical Refutations Membicarakan kekeliruan berpikir Silogisme 'Inti logika Aristoteles adalah silogisme. Silogisme itulah yang sesungguhnya merupakan penemuan murni Aristoteles dan yang terbesar dalam logika' Rapar. 1996 13. Silogisme berasal dari bahasa Yunani syllogismos, yang artinya penggabungan, penalaran dari kata dasar syn dengan, bersama dan logizesthai menyimpulkan dengan nalaran. Penalaran yang ditelaah oleh logika disebut juga penalaran logis logical reasoning. 'Penalaran adalah proses dari budi manusia yang berusaha tiba pada suatu keterangan baru dari sesuatu atau beberapa keterangan lain yang telah diketahui dan keterangan yang baru itu mestilah merupakan urutan kelanjutan dari sesuatu atau beberapa keterangan yang semula itu' Gie et al.197810. Silogisme adalah penarikan konklusi secara tidak langsung dengan menggunakan dua buah premis yang merupakan bentuk formal penalaran deduktif. Premis adalah proposisi-proposisi 2 buah atau lebih proposisi dalam menentukan konklusi, sedangkan proposisi adalah suatu pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh dan utuh. Proposisi logika terdiri atas tiga bagian utama, yaitu subjek, predikat, dan kopula penghubung. Premis mayor adalah pada saat term mayor predikat pada kesimpulan berada pada proposisi, sedangkan premis minor adalah pada saat term minor subjek pada kesimpulan berada pada proposisi. Term yang hanya termuat dalam premis namun tidak dalam kesimpulan disebut term medius. Konklusi kesimpulan adalah proposisi yang menyatakan hasil penyimpulan inferensi yang dilakukan berdasarkan proposisi-proposisi yang menjadi premis-premis suatu inferensi. Inferensi adalah suatu proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi. Contoh Pembagian Logika Terdapat macam-macam logika dilihat dari kriteria tertentu, 1. Dilihat dari segi kemampuan untuk berlogika ļ‚· Logika kodratiah Logika kodratiah adalah kemampuan berlogika yang sudah ada pada setiap manusia sebagai makhluk yang berakal budi. Tanpa belajar logika setiap orang sudah memiliki kemampuan berlogika kodratiah. ļ‚· Logika ilmiah Logika ilmiah adalah kemampuan berlogika yang didapatkan dengan belajar secara khusus. Contohnya seperti dengan membaca buku, maka mendapatkan kemampuan logika ilmiah. Semua pahlawan adalah orang berjasa Premis mayor Term medius M Term mayor P Beberapa prajurit adalah pahwalan Premis minor Term minorS Term medius M Jadi, beberapa prajurit adalah orang berjasa Konklusi Term minor S Term mayor P 2. Dilihat dari sejarah dan penggunaan lambang atau simbol ļ‚· Logika klasik / tradisional Logika yang diperkenalkan oleh Aristoteles pada sekitar abad ke-5 sebelum masehi; menggunakan lambang bahasa; disebut juga logika aristotelian atau logika tradisional. ļ‚· Logika modern Logika yang dikembangkan di zaman modern oleh tokoh-tokoh seperti A. de Morgan 1809-1871, George Boole 1815-1864, Bertrand Russel 1872-1970; menggunakan lambang non bahasa. Logika ini menerapkan prinsip-prinsip matematika pada logika modern; sering disebut juga logika matematika atau logika simbolik. 3. Dilihat dari segi bentuk dan isi argumen ļ‚· Logika formal bentuk Logika formal adalah logika yang membahas kebenaran sebuah argumen dilihat dari segi bentuk. Kebenaran bentuk adalah kebenaran yang dimiliki sebuah argumen. ļ‚· Logika material isi Logika material adalah logika yang membahas kebenaran sebuah argumen dilihat dari segi isinya Sebuah argumen dinyatakan benar dari segi isi jika pernyataan yang terdapat dalam argumen sesuai dengan kenyataan. 4. Dilihat dari segi cara menarik kesimpulan Louis Kattsoff, seorang pengarang buku pengantar filsafat menulis bahwa logika terbagi dalam dua cabang pokok – induktif dan deduktif. ļ‚· Logika induktif Logika induktif adalah bentuk penalaran yang berdasarkan kebenaran-kebenaran tunggal yang ditarik menjadi satu kesimpulan umum, biasa dikenal sebagai metode induktif. Contoh Ibu pulang dari pasar membeli salak pondoh, saya makan dan rasanya enak. Teman yang membesuk saat saya sakit membawa salak pondoh dan saya makan, rasanya enak. Maka saya tarik kesimpulan bahwa semua salak pondoh rasanya enak. ļ‚· Logika deduktif Logika deduktif adalah suatu ragam logika yang mempelajari asas-asas penalaran yang bersifat deduktif, yaitu penalaran yang berdasarkan kebenaran umum atau yang sudah ada ditarik satu kesimpulan untuk hal yang khusus kebenaran baru. Contoh Saya tahu bahwa semua salak pondoh enak. Di supermarket saya menemukan salak pondoh. Kesimpulannya salak yang dijual di supermarket itu pasti enak. II. Analisis dan Pembahasan Pengertian Logika Dari beberapa kutipan diatas mengenai logika, logika dianggap membahas tentang persoalan berpikir, pemikiran atau pikiran. Berpikir, pemikiran atau pikiran adalah pengertian yang diambil dari kata Thinking. Maka definisi diatas memiliki kelemahan terlampau luas dan tidak cermat. Berpikir atau Thinking adalah serangkaian proses mengingat-ingat kembali suatu hal, berkhayal, menghafal, menghitung dalam kepala, menghubungkan beberapa pengertian, menciptakan sesuatu konsep atau berbagai kemungkinan. Berpikir dengan beraneka segi, hukum-hukumnya, dan faktor yang mempengaruhi merupakan persoalan dari psikologi dan bukan logika. Beberapa definisi logika yang lebih tepat ā€œLogika adalah penelaah tentang penyimpulan inferensi, secara lebih cermat usaha untuk menetapkan ukuran-ukuran guna memisahkan penyimpulan-penyimpulan yang sah dan yang tak sahā€ Alston. 1964 ā€œKonsepsi logika sebagai suatu teori tentang penyimpulan deduktifā€Beth. 1962 Menurut Muhammad Nur Ibrahimi 2012 5, proses berpikir tidak selamanya akan menghasilkan kesimpulan yang sahih benar. T idak jarang, dalam berpikirtersebut, tanpa disadari manusia sampai pada kesimpulan yang keliru fals sehingga mengaburkan batas antara benar dan salah. Agar manusia terbebaskan dari sesat pikiran, sehingga pengetahuannya benar-benar dapat terjamin dari kekeliruan, maka disusunlah kaidah-kaidah berpikir yang baku, yang selanjutnya dikenal dengan logika. ā€œDiambil dalam suatu suatu arti yang sangat luas, logika adalah penelaahan tentang penyimpulan pada umumnya. Sesuatu penjelasan sistematis mengenai bagaimana kesimpulan-kesimpulan diturunkan dari berbagai ragam pembuktian dapat disebut logika. Secara lebih cermat logika mengacu pada studi tentang inferensiā€ Brennan. 1953 Boruch Brody dalam Gie et al. 1978 13 merumuskan logika sebagai penelaahan tentang keabsahan dari jenis-jenis penyimpulan yang berbeda. Logika mempelajari masalah penalaran reasoning. Penalaran merupakan cara berpikir, namun tidak semua pemikiran merupakan penalaran. Irving M Dalam Gie et al. 197810 mengemukakan bahwa yang sesungguhnya dipelajari oleh logika bukanlah proses bagaimana manusia sehingga mendapatkan kesimpulan benar atau salah, melainkan pada aspek-aspek penalaran yang digunakan. Logika membahas tentang ketepatan jalan pikiran dalam suatu proses penalaran yang komplit. Logika tidak dilihat selaku ilmu, tetapi merupakan metode. Logika dapat didefinisikan sebagai metode-metode dan prinsip-prinsip yang dipakai untuk membedakan penalaran yang tepat dari penalaran yang tidak tepat. Kata kuncinya adalah penalaran yang tepat atau penalaran yang valid. Logika membahas antara konklusi kesimpulan dan premis-premis yang ada. Premis adalah proposisi-proposisi 2 buah atau lebih proposisi dalam menentukan konklusi, sedangkan proposisi adalah suatu pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh dan utuh. Proposisi logika terdiri atas tiga bagian utama, yaitu subjek, predikat, dan kopula penghubung. Dari pengetahuan tentang a-b-c, kemudian dapat dilakukan penalaran dari gambar sebagai berikut Gambar Contoh proposisi sumber Gie et al. 1978 11 I semua a adalah b II semua b adalah c Jadi semua a adalah c Gambar Pemahaman Logika sumber Pemahaman Penulis Semua a adalah c merupakan kesimpulan konklusi dan mengandung pengetahuan baru. Karena berakhir dengan kesimpulan, maka proses membuat kesimpulan ini dapat disebut inferensi. Penyimpulan seperti ini disebut penyimpulan deduktif logis. 'Inti logika Aristoteles adalah silogisme. Silogisme itulah yang sesungguhnya merupakan penemuan murni Aristoteles dan yang terbesar dalam logika' Rapar. 1996 13 . Silogisme berasal dari bahasa Yunani syllogismos, yang artinya penggabungan, penalaran dari kata dasar syn dengan, bersama dan logizesthai menyimpulkan dengan nalaran. Penalaran yang ditelaah oleh logika disebut juga penalaran logis logical reasoning. Susunan silogisme Aristoteles digambarkan pada gambar Silogisme adalah penarikan kesimpulan konklusi secara tidak langsung dengan menggunakan dua buah premis yang merupakan bentuk formal penalaran deduktif. Premis adalah proposisi-proposisi 2 buah atau lebih proposisi dalam menentukan konklusi, sedangkan proposisi adalah suatu pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh dan utuh. Proposisi logika terdiri atas tiga bagian utama, yaitu subjek, predikat, dan kopula penghubung. Berdasarkan gambar Premis mayor adalah pada saat term mayor predikat pada kesimpulan berada pada proposisi, sedangkan premis minor adalah pada saat term Gambar Contoh premis dan konklusi sumber Gi et al. 1978 11 Gambar Dasar Silogisme sumber Gie et al. 1978 15 S Term Minor M Term Medius P Term Mayor = Kopula / penghubung I. M=P Premis Mayor / Pangkal pikir besar II. S=M Premis Minor / Pangkal pikir kecil III. S=P Konklusi / kesimpulan minor subjek pada kesimpulan berada pada proposisi. Term yang hanya termuat dalam premis namun tidak dalam kesimpulan disebut term medius. Term adalah kata atau beberapa kata yang memiliki satu pengertian, yang membuat konsep atau idea menjadi nyata. Setiap term adalah kata, tetapi tidak setiap kata adalah term andai, nan, yang. Contoh Berdasarkan konsep dasar silogisme, 1. Dari premis yang benar mendapatkan kesimpulan yang benar, Premis mayor Binatang buas itu pemakan daging benar Premis minor Kucing adalah binatang buas benar Kesimpulan Kucing itu pemakan daging benar 2. dari premis yang salah, kesimpulan yang diperoleh bisa benar, Premis mayor semua manusia adalah seniman salah Premis minor semua penari adalah manusia benar Kesimpulan semua penari adalah seniman benar 3. dari premis yang salah, kesimpulan yang diperoleh bisa salah, tapi perbincangannya tetap sah, Premis mayor semua manusia adalah sopir salah Premis minor semua petinju adalah manusia benar Kesimpulan semua petinju adalah sopir salah 4. dari premis yang benar, tidak mungkin memperoleh kesimpulan yang salah apabila penalarannya benar. Dalam suatu argumen yang sah menurut bentuknya dan mengakui dari premis yang benar, maka wajib menerima kesimpulan yang diturunkan sebagai benar, apapun bunyi kesimpulan itu, Premis mayor semua manusia adalah fana benar Premis minor semua petinju adalah manusia benar Semua pahlawan adalah orang berjasa  Premis mayor Term medius M Term mayor P Beberapa prajurit adalah pahlawan  Premis minor Term minorS Term medius M Jadi, beberapa prajurit adalah orang berjasa  Konklusi Term minor S Term mayor P Kesimpulan semua petinju adalah fana benar Premis mayor semua makhluk mars adalah sakti diterima sebagai benar Premis minor semua alien adalah makhluk mars dipercaya sebagai benar Kesimpulan semua alien adalah sakti harus diakui sebagai benar Jadi penerimaan terhadap premis yang bersangkutan, memberikan pembenaran untuk menerima kesimpulannya. Sebaliknya, kebenaran dalam kesimpulan pada penyimpulan tidak dapat menjamin kebenaran dari premis-premisnya. Jumlah dari premis-premis dalam suatu penyimpulan inferensi tidak harus dua proposisi. Contohnya adalah penyimpulan dalam matematika, premis-premisnya dapat mencapai puluhan bila memang diperlukan. Hal ini dikarenakan untuk dapat menerima kebenaran kesimpulan, diperlukan kebenaran terhadap semua premis yang ada. Perkembangan Logika Perkembangan logika tradisional sejak abad ke-5 menuju logika modern simbolik dapat dilihat pada tabel Logika sebagai dasar-dasar berpikir logis, logika induktif, Logika sebagai ilmu silogisme, logika deduktif, to Organon pemimpin Lyceum, murid Aristoteles yang melanjutkan karya-karya Aristoteles Pelopor kaum Stoa, penggunaan istilah logika pertama kali, kaum Stoa mengembangkan bentuk-bentuk argument disyungtif dan hipotesis Pemimpin Stoa, mengembangkan logika menjadi bentuk-bentuk penalaran yang sistematis Galenus dan Sextus Empiricus Mengembangkan logika dengan menerapkan metode geometri Membuat pengantar pada categoriae Aristoteles Mengembangkan logika Aristoteles dan digunakan secara murni Mengembangkan logika induktif Gottfried Wilhelm Leibniz George Boole Secara terperinci perkembangan logika dapat dilihat dalam ā€œPohon Logikaā€ yang merupakan bagan mengenai asal-usul dan perkembangan logika seperti yang dimuat dalam Logic and Scientific Methods An Introductory Course karya Herbert L. Searles. Melengkapi logika simbolik melalui karya tulis yang sangat banyak, menafsirkan logika selaku teori umum mengenai tanda Peirce’s Law Alfred North Whitehead Arthur William Russel Penulis Principia Mathematica 1889-1951 1891-1970 1906-1978 Ludwig Wittgenstein Rudolf Carnap Kurt Godel Tabel Perkembangan Logika Sumber Olah Data Penulis Gambar ā€œPohon Logikaā€ - asal-usul dan perkembangan logika Sumber Gie et al. 1978 24 Aristoteles adalah filsuf pertama yang menjadikan logika sebagai ilmu, sehingga dapat disebut sebagai logica scientia yaitu analitika, yang secara khusus meneliti berbagai argumentasi yang berangkat dari proposisi yang benar, dan dialektika, yang secara khusus meneliti argumentasi yang berangkat dari proposisi yang masih diragukan kebenarannya. Ajaran Aristoteles terangkum dalam naskah To Organon. Ajaran-ajaran Aristoteles terangkum dalam 6 buku, Categories Menguraikan pengertian On Interpretation Tentang penafsiran Prior Analytics Membahas silogisme Posterior Analytics Membahas pembuktian Topics Mengupas Dialektika Sophistical Refutations Membicarakan kekeliruan berpikir Manfaat Logika Paling tidak ada empat manfaat logika 1. Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tepat, tertib, metodis, dan koheren 2. Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif 3. Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri 4. Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kekeliruan serta kesesatan. Logika menghindarkan kita dari berbagai kesesatan pikir fallacia yang muncul entah karena otoritas kuasa, emosi, prasangka, keindahan bahasa, atau kebiasaan. Logika menghindarkan kita dari terlalu gampang melakukan generalisasi dan kecenderungan menarik kesimpulan yang salah karena melebihi apa yang dinyatakan dalam premis-premis sebelumnya. Bagi ilmu pengetahuan, logika merupakan keharusan. Tidak ada ilmu pengetahuan yang tidak didasarkan pada logika. Ilmu pengetahuan tanpa logika tidak akan pernah mencapai kebenaran ilmiah. Aristoteles mengemukakan bahwa logika benar-benar merupakan alat bagi seluruh ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, barang siapa mempelajari logika, sesungguhnya ia telah menggenggam master key untuk membuka pintu masuk ke berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Daftar Pustaka Gie, The Liang., Hardjosatoto, Suhartoyo., Asdi, Endang Daruni. 1978. Pengantar Logika Modern. Jilid I. Yogyakarta Karya Kencana. Groat, Linda., Wang, David. 1954. Architectural Research Methods. New York John Wiley & Sons, Inc. Ibrahimi, M. N. 2012. Logika Lengkap. terjemahan Achmad Bahrur Rozi. Yogyakarta IRCiSoD. Maran, Rafael Raga. 2007. Pengantar Logika. Jakarta Grasindo. Rapar, Jan Hendrik. 1996. Pengantar Logika Asas-Asas Penalaran Kanisius. Sommer, M. Logika. 1992. Bandung Penerbit Alumni. Sudibya, F. Warsito Djoko, 2011. Logika. Jakarta PT Indeks. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this GroatDavid WangGroat, Linda., Wang, David. 1954. Architectural Research Methods. New York John Wiley & Sons, Lengkap. terjemahan Achmad Bahrur Rozi. Yogyakarta IRCiSoDM N IbrahimiIbrahimi, M. N. 2012. Logika Lengkap. terjemahan Achmad Bahrur Rozi. Yogyakarta Logika Asas-Asas Penalaran SistematisJan Hendrik RaparRapar, Jan Hendrik. 1996. Pengantar Logika Asas-Asas Penalaran Penerbit Alumni. Sudibya, F. Warsito DjokoM SommerLogikaSommer, M. Logika. 1992. Bandung Penerbit Alumni. Sudibya, F. Warsito Djoko, 2011. Logika. Jakarta PT GieLiangHardjosatotoSuhartoyoEndang AsdiDaruniGie, The Liang., Hardjosatoto, Suhartoyo., Asdi, Endang Daruni. 1978. Pengantar Logika Modern. Jilid I. Yogyakarta Karya Kencana.

untuk memahami logika harus mengetahui pengertian yang jelas tentang